Hari ini senin, 13 feb 2012 dan tepatnya lagi ini pukul 2 dini hari..
Betul, ini mmg dini hari. Sy memang tak bisa memejamkan mata sejak pukul 12 malam tadi. Entah apa penyebabnya. Tiba2 saja pkul 24.00 mata saya otomatis terbuka. Dan hingga tulisan ini naik cetak di halaman wordpress maupun beranda Facebook, mata sy ttp belum terpejam.
Seharusnya malam ini saya tidur lelap. Sampai subuh menjelang,mungkin. Mengapa demikian? Krn tentu saja kelelahan. Setelah melampaui perjalanan lbh dr 100 km disertai macet yg membuat saya harus byk mengucap
Istighfar.
Seharusnya saya terbaring tak berdaya di atas tempat tidur dan dibuai alam mimpi. Tp sayang nya itu tidak..
Tak apalah, mari gunakan waktu langka ini untuk bercerita hal-hal yang sempat luput di siang hari.
Tepatnya kemarin, ketika saya sedang menjadi pelaku perjalanan dr tasik menuju bandung. Sebetulnya ini biasa saja. Rutinitas biasa juga. Duduk manis di kursi penumpang, ditemani lagu2 yang diputarkan xperia,sambil sesekali kemudian menjadi berpuluh-puluh kali saya mengunyah biskuit dan disuguhi landscape indah khas tanah indonesia. Lamunan saya kemudian membuncah.
Dalam 4 bln ke depan,umur saya meningkat, 25 tahun, seperempat abad,jika diambil dr rasio jatah hidup 100 tahun.
Seperempat abad, betul, saya tidak bohong. Umur yang sudah cukup matang untuk melakukan kewajiban yg dituturkan Rasulullah yakni berkeluarga.
Angan-angan sy pun lalu dituangkan di beranda Facebook. Dalam kolom “apa yang sedang anda lakukan” sy pun menulis dalam bahasa inggris ” wanna be a wife, have husband and child” (ingin menjadi seorang istri,memiliki suami dan anak. -red)
Status pun menuai jempol atau bahasa FB adalah like. Sy mmg tdk mengambil pusing makna like itu. Apakah “liker” sebutan asal sy untuk yg hobi nge-like status org menyetujui pernyataan sy, menganggap status sy keren atau bahkan mereka senasib seperti sy yg berangan-angan seperti status di Facebook. Untuk semua alasan itu,sy berterima kasih.
Lamunan menjadi seseorang yg disunting menjadi istri mmg datang tiba2. Tanpa ada pemicunya. Mungkin mmg kini waktunya, saya dinikahi dan diucapi ijab kabul oleh seorang lelaki yg akan menemani saya, menjadi partner sy sampai akhir hayat. Indahnya 0:)
Kini sy mmg telah memutar haluan, berpaling dr cita2 egoistis. Ada hal yg tak bisa sy jelaskan,namun ia mampu merubah strategi hidup sy. Oleh karenan itu sy tak lagi menunda hari bahagia itu. Jika masanya tiba, langsung tancap gas. Sy tak mau kehilangan lagi dan memboroskan waktu..
Sy ingin menjadi bagian dr tulang rusuk dari seorang lelaki…
balada mamang angkot
kali ini saya ingin bercerita mengenai balada saya naik angkot o17. lambat laun, sedikit demi sedikit saya memberanikan diri untuk menumpangi angkot lain, selain tentu saja angkot pamungkas saya dengan nomor trayek 02. sebuah angkot maha dahsyat yang memiliki jalur memutar. sehingga jika anda salah turun,maka tidak usah risau,naikilah angkot dengan jalur serupa,maka anda akan kembali ke tempat semula. ajaib bukan?
tapi saat ini saya tidak ingin bercerita mengenai angkot “ajaib” ini. yang saya ingin utarakan adalah bagaimana akhirnya saya mendapat sebuah pelajaran berharga berkat sebuah angkot. Cerita ini dimulai ketika saya hendak berkunjung pada bu dokter. keterlambatan 2 jam telah menyebabkan saya ditolak pihak dokter dengan alasan antrian penuh. setelah saya tengok daftar kunjungan, disana tertera 92 pasien. buseeeettt.. jika ditambah dg saya,maka antrian akan menunjukkan angka 93. hadohh.. bisa2 saya menginap di tempat praktek bu dokter.
Akhirnya saya putuskan untuk mengakhiri perjalanan hari ini dengan kembali ke sangkar emas. dengan menaiki angkot 017, maka dengan santai saya hanya perlu turun di depan rumah. asiiikkkkk…. inilah akibat bobot badan di atas 60 kg, sering merasa enggan kelelahan untuk berjalan kaki.
Saya pun “menyetop” angkot berpolet coklat tua itu. angkot pun seraya berhenti. saya kemudian memilih duduk di bagian depan dekat supir. dengan maksud agar lebih “privat” saja hubungan antar pengantar dan penumpang.haha.. bukan..bukan itu deng alasannya. saya merasa lebih nyaman saja di depan, tak akan terdengar perintah supir untuk geser kiri atau geser kanan.
ketika saya baru saja meletakkan bagian belakang saya tepat di kursi yang aduhai empuk ini, perbincangan pun dengan serta-merta dimulai. tanpa komando ataupun aba-aba maupun basa-basi dari saya, mamang angkot pun dengan lancar tanpa terbantahkan menceritakan apa yang baru saja ia alami. sebuah tawuran yang terjadi antar anak jalanan di daerah citapen yang menyebabkan kemacetan merupakan akar pembicaraan ini.
Setelah itu disambung dg pandangan “kaum bawah” mengenai pemerintahan indonesia. senang rasanya, orang sesibuk mamang angkot masih menyediakan idealisme nya untuk sekedar memikirkan birokrasi yang semrawut di negara ini. ternyata, tak semua apatis dengan perkembangan ibu pertiwi kita.
Pembicaraan pun mengalir bagaikan air terjun. deras dengan banyak muatan pepatah, tips&trik serta pengalaman-pengalaman bentukan alami kehidupan. Mamang angkot pun tak segan memberikan ilmu nya bagaimana, saya sebagai seorang perempuan, menghadapi dinamika percopetan di angkot. inilah titik pangkal diskusi kami berdua kala itu.. hahaha.. yang saya bisa simpulkan adalah, mamang angkot memang sudah jago alias mahir mengenali segala bentuk tindakan kriminalitas di angkutan umum.
yang menarik dari pribadi mamang angkot adalah sikap menyapa juga ramah nya pada penumpang. Ia layaknya spg di toko perbelanjaan. Dengan senyum 3 jari ala model, salam serta penutup. hahahah.. bahkan ia sangat hapal sekali karakter dan tingkah laku penumpang nya. seperti ketika ia menyapa salah satu penumpang yang setia menaiki angkotnya sejak si penumpang masih menjadi salah satu mahasiswa di universitas ternama di kota ini..
huahhhh..inilah kadang keuntungan menaiki angkot. tanpa terduga,kita akan menemukan orang-orang dengan kepedulian dan interest beragam, yah seperti mamang angkot yang telah menemani perjalanan sore saya kali ini.